Sunday, June 13, 2004

Mata itu...

Mata itu…
Ya, mata itu
Tajam…
Tajam membelah nuraniku

Takut…
Ya aku takut
Bayangan mata itu selalu membayangiku
Membayang-bayang jejakku
Menjadi tak tentu arah

Oh Tuhan…
Berilah aku petunjukMu
Petunjuk yang membuatku damai dan aman
Dari tatapan kejam itu

Someone is out there

Someone is out there…
Who is it ?
Where is it ?
And am i know it ?
I belive it

Someone out there waiting for me
I also belive
It will be happened

But…
When it is ?
Oh my dear…
R u sure?

Your journey is still far
might be it's not the time for you
Dear my friends
I always care you
I always love you
I always make you more than friends
I made you like my sisters

Dear my friends
When tou always beside me
My heart fill with anykind of flowers
And I always miss you when you’re not around

Dear my friends
I always cry, if I get your letters
I always sad and regret, if I remembered I make u sad

But…
Why you broke my heart ?
Why you made me sad ?
Why ?

Dear my friends
I’ve never thought that you cab be this cruel
And I doubt this friendship will stay forever
Might be until the end of the time
We never been friends anymore

Bunda

Bunda…
Sakit rasanya melihatmu lemah
Tergeletak lemas
Dalam dinginnya dinding rumah sakit

Bunda…
Sedih rasanya
Melihat infus menggantung
Mengalir menuju darahmu

Bunda…
Maafkanlah diriku
Yang telah berdosa
Dan sering menyakiti dirimu

Bunda…
Cepatlah pulang
Aku sayang kepadamu
Aku selalu berdoa
Agar dirimu selalu sehat
Dan dilindungi oleh-Nya

Jangan menangis, Adinda

Adinda…
Janganlah menangis
Janganlah kau buang air mata sia-sia

Lupakanlah, dinda
Kegagalan yang kau dapatkan

Lupakanlah, dinda
Kegalauan yang tersimpan dihatimu

Dan dinda…
Masuklah ke pintu itu
Karena dibalik sana
Ada sebuah taman indah
Penuh dengan bunga

Tapi dinda ingatlah
Jangan lupakan Dia
Selama kau bahagia disana
Di atas bukit nan jaya, kau berteriak dengan lantang

“AKU MENANG”

Lalu kau tertawa terbahak-bahak tanpa peduli
Di atas bukit hijau nan indah itu, kau juga berkata

“AKU HEBAT”

Dengan matamu yang melirik kebawah ke gubuk-gubuk reyot
Lalu dengan bangganya lagi kau bilang

“Hei! Bisakah kalian menyusulku ?”

Kemudian kau tertawa keras lagi

Tiba-tiba awan disekelilingmu berubah
Mereka tak lagi seputih kapas dengan bau mewangi
Mereka menjadi hitam
Gelap dan semakin gelap dan…

Percikan-percikan kecil kau mulai rasakan

Kau takut, takut dan semakin takut
Kini mau tak mau kau harus turun

Meninggalkan semua tawa sesaat, kebanggaan muda
Dan kemenangan sebentar
Tapi apakah kau mau turun ?

Relakah kau meninggalkan semua itu ?
Relakah ?
My lovely…
Do you know ?
That I always be happy
When you’re smiling to me

My lovely…
Do you know ?
I always blossom
When you’re speak near to me

My lovely,
Do you know
I always worried, If you weren’t here
And I always lonely when you left me alone

And my lovely…
Why you do that ?
Why you left me ?

Why ?
I love you so much
But you betrayed me

My lovely…
I’ll always love you
And your place would be the number one
In my heart

*please don't say anything! it's not a true story and also not my sadness!!"

Alamku yang indah

Alam memang indah
Seperti sebuah lukisan maha karya
Tetapi akah akan lestari ?
Rimba-rimba pohonnya tinggalah langka
Indahnya alam semakin semu
Dengan adanya polusi udara
Dimana-mana polusi
Eloknya laut menjadi setumpuk sampah !
Warna keindahan ala akan punah
Impian alam indah akan menjadi mimpi
Kenapa kita malas membersihkan alam ?
Untuk keindahan alam yang diciptakan-Nya
Selalu kita bersyukur
Untuk alam yang indah
Manusia memang ceroboh
Alam yang indah
Sengaja dirusak untuk kepentingan sendiri
Tetapi untunglah ada yang masih peduli
Untuk alam yang terkena polusi
Tindakan mereka memang terpuji
Indahnya alam kan muncul kembali

*The special of this poem, the first letter of each sentences are my full name*

-As_3d-

Wednesday, June 09, 2004

Apa salahku,sayang ?

Apa salahku,sayang ?
Aku sudah berbuat sebaik mungkin
Tapi…
Kau masih saja menyalahkanku

Apa salahku , sayang ?
Aku selalu menuruti, mengalah bahkan berkorban untukmu
Tapi…
Kau selalu menyalahkanku

Apa salahku, sayang ?
Hingga kau tega membuangku
Seperti layaknya barang bekas ?